Keindahan dan Sejarah Kelam Pulau Manuk

Pantai Pulau Manuk

Pulau Manuk – By Sawarnanet

Pantai ini terletak di Desa Sawarna, Kec. Bayah, Lebak, Banten. Air laut disini terlihat jernih, sert hamparan pasir putihnya yang masih bersih terjaga. Nama Pulau Manuk berasal dari Bahasa Sunda yang berarti Pulau Burung. Pulau ini banyak dihuni jenis burung mulai dari burung kuntul, burung camar, burung bangau dan masih banyak lagi. Selain burung, di sekitar Pantai Pulau Manuk juga masih terdapat banyak habitat Kera seperti jenis Lutung dan Monyet.

Pulau Manuk – By Sawarnalagi

Tempat ini merupakan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar kota karena letaknya yang berada di pertengahan jalan menuju Pantai Sawarna. Jika Anda mencari tempat yang cocok untuk bermain air, saya rasa di pantai inilah tempatnya. Ombaknya tidak begitu besar sehingga banyak wisatawan yang menghabiskan waktunya untuk berenang. Namun, ada beberapa spot yang di beri tanda peringatan dan terlarang untuk pengunjung bermain air di area itu karena memang letaknya yang begitu dekat dengan hamparan karang.

Disini pula terdapat beberapa Fasilitas yang lumayan lengkap. Mulai dari tempat parkir kendaraan, Toilet, Gazebo, dan warung-warung untuk anda yang ingin melepas penat setelah beraktivitas seharian di pantai. Selain itu, Ada beberapa penginapan yang siap melayani anda yang sedang long weekend serta tempat karaoke untuk bersenang-senang bersama keluarga.

Sunset Pulau Manuk – By Sawarnanet

Menurut salah seorang pengelola, Pulau Manuk merupakan tempat persinggahan burung-burung dari berbagai daerah dan negara. Jika anda penasaran dan ingin berkunjung jaraknya hanya sekitar 200 meter dari bibir pantai. Terdapat 2 opsi untuk sampai ke Pulau ini. pertama berjalan menyusuri karang, dengan catatan air laut sedang surut. Dan yang kedua adalah dengan menyewa perahu nelayan setempat.

Biasanya kalau air laut sedang surut banyak sekali burung-burung yang mencari makan di pulau ini karena hamparan karangnya akan terlihat. Selain itu, anda juga bisa berwisata ke kawasan hutan lindung yang berada di area pantai untuk sekedar menikmati keragaman satwa burung seperti Elang, Cenderawasih, Merak, Rajawali, dan lainnya.

Sejarah Kelam yang terjadi di Pulau Manuk

Pulau Manuk menyimpan cerita kelam tentang kekejaman penjajahan Jepang. Sebelum kita menyeberangi Jembatan Pulau Manuk, anda akan melihat hamparan tanah yang luas, menurut cerita disitu pernah berdiri Stasiun Kereta yang menghubungkan antara Pulau Manuk dengan Saketi dan Rangkas Bitung hingga berakhir di Jakarta.

Romusha – By : Infosejarah

Hal yang begitu memilukan yaitu tentang cerita pada proses pembuatan rel kereta ini. Pembangunannya dikerjakan dengan cara yang sangat tidak manusiawi, yang kita kenal dengan sistem kerja paksa Rhomusa. Menurut catatan sejarah pembangunan Jalan kereta api ini memakan korban sekitar 93.000 Jiwa. Ironisnya kuburan para romusha sama sekali tidak ditandai dan dikuburkan asal begitu saja. Sumur romusha, Stasiun kereta api, goa-goa bekas tambang Batu Bara di zaman penjajahan dulu, dan hal-hal lain yang berbau romusha sudah tidak ada bekasnya sama sekali. Satu-satunya sisa sejarah yang bisa anda lihat, hanyalah tumpukan-tumpukan Batu Bara di kiri-kanan jalan, yang masih dikerjakan warga setempat serta tugu peringatan Rhomusa di Terminal Bayah.

Peta Menuju Wisata Pulau Manuk

Foto Acuy Rodriguez.

 

Itulah kiranya sedikit ulasan dari Saya, jika isinya ada yang tidak dimengerti atau banyak kesalahan kata mohon dimaklum. Karena penulis masih dalam proses belajar. Kritik dan saran silahkan pembaca kirim ke E-mail atau akun media sosial saya, Terima kasih.

Hanya seorang Pengangguran Noob yang berjuang menjadi Expert.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *